Minggu, 31 Januari 2016
slank gak da matinya
Di tahun 1996, grup band Slank tengah krisis gitaris dan hanya
dipunggawai oleh Bimbim (Adipati Dolken), Kaka (Ricky Harun) dan Ivanka
(Aaron Shahab). Mereka harus segera mencari gitaris baru demi memenuhi
sisa jadwal tur mereka. Saat itulah Ivan menghubungi dua gitaris hebat
yaitu Abdee (Deva Mahenra) dan Ridho (Ajun Perwira), untuk ikut
'jamming' serta gabung di tur Slank.
Sukses menemani Slank tur, Bimbim selaku 'motor' dari grup band
tersebut akhirnya memutuskan untuk menggandeng Abdee dan Ridho menjadi
personil tetapnya. Keduanya pun ikut andil dalam pembuatan album Slank
terbaru yang bertajuk Tujuh. Darisanalah Ridho dan Abdee mulai menyatu
dengan lingkungan serta keluarga besar Slank yang memiliki banyak fans
fanatik.
Namun, kebahagiaan Ridho dan Abdee tidak berlangsung lama lantaran
kebiasaan buruk Bimbim, Kaka serta Ivanka yang nggak bisa jauh dari
narkoba. Ridho dan Bimbim pun sempat bertengkar hebat hingga merusak
keharmonisan di tubuh Slank itu sendiri. Di sisi lain, benih-benih cinta
mulai tumbuh pasca pertemuan Bimbim dengan gadis pujaannya, Reny
(Alisia Rininta). Dia pun sangat mendukung Bimbim untuk sembuh dan jauh
dari narkoba.
Tak dipungkiri, nama Slank sudah sangat melekat di telinga kita
mulai dari anak-anak hingga orangtua sudah kenal dengan grup band
legendaris dari gang Potlot tersebut. Hal itu sangatlah wajar karena
Slank sudah hadir di industri musik Tanah Air sejak 30 tahun yang lalu.
Tema Slank Nggak Ada Matinya tidak hanya diangkat
ke film saja. Judul serupa juga digunakan di album terbaru dan konser
Slank, demi memperingati hari jadi grup band yang dipunggawai oleh
Bimbim (drum), Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar) dan Ivanka
(bass) ke 30 tahun.
Slank Nggak Ada Matinya bukanlah film dokumenter
yang menceritakan perjalanan karir Slank selama 30 tahun, layar lebar
arahan sutradara Fajar Bustomi ini hanya mengangkat kisah terberat Slank
di tahun 1996-1997 pasca kehilangan gitarisnya di tengah jadwal tur
mereka. Disini para personil Slank tidak berperan sebagai diri mereka
sendiri namun digantikan oleh Adipati Dolken (Bimbim), Ricky Harun
(Kaka), Aaron Shahab (Ivanka), Deva Mahenra (Abdee) dan Ajun Perwira
(Ridho). Walau wajah mereka tidak begitu mirip, tapi pendalaman
karakternya patut diacungi jempol khususnya untuk karakter ikonik
seperti Bimbim dan Kaka.
Disini, tidak ada penjabaran tentang proses kreatif Slank dalam menciptakan karya-karya yang hits. Slank Nggak Ada Matinya
hanya berfokus pada jalinan persahabatan para personilnya, cinta dan
keluarga besar Slank yang selalu mendukung dalam keadaan senang maupun
susah. Selain itu, usaha gigih Slank untuk bebas dari cengkraman narkoba
sangatlah jelas dipaparkan dalam film ini.
Secara keseluruhan, film Slank Nggak Ada Matinya
sangatlah inspiratif sekaligus menghibur karena didalamnya banyak
menampilkan cerita tentang kesetiaan, kasih sayang dan usaha untuk
mencapai tingkatan yang lebih baik lagi dengan cara yang 'menarik'.
Cerita di film ini tentunya didukung dengan musik-musik Slank di
era 1997 hingga tahun 2000an sesuai dengan kisah yang ditawarkan. Bagi
Anda yang mengaku fans berat Slank sepertinya film produksi Starvision
ini tidak boleh dilewatkan, karena kalian akan mengetahui lebih dalam
tentang usaha keras band idola Anda yang masih bertahan hingga saat ini.
Terlebih lagi, film Slank Nggak Ada Matinya adalah
100% kisah nyata yang dialami Bimbim dan kawan-kawan tanpa ada
penambahan drama yang signifikan dari sutradara Fajar Bustomi.
Bagaimanakah usaha Slank untuk mempertahankan eksitensinya? Apa
cara mereka untuk lepas dari narkoba? temukan jawabannya dengan menonton
film Slank Nggak Ada Matinya yang mulai tayang pada 24 Desember 2013. Peace...!!!
Langganan:
Komentar (Atom)