Selasa, 16 Februari 2016

Slank dan Kata Mereka tentang Wanita

Slank bicara tentang wanita dan mimpi Bunda Iffet yang belum terwujud Tiga dekade sudah, Slank berdiri. Melewati dua masa pemerintahan, enam rezim penguasa, dan beberapa generasi silih berganti. Ratusan lagu telah dibuat, beberapa di antaranya bisa menjadi theme song untuk momen-momen hidup yang epik. Sebut saja “Terlalu Manis”, “Jinna”, atau “Mawar Merah”.

Lagu-lagu seputar jatuh cinta yang mambekas. Dan, sebagian lagu dari band yang bermarkas di Jalan Potlot ini memang bercerita soal wanita. Liriknya yang polos, jujur, juga romantis, membuat lagu ciptaan Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, dan Abdee tak lekang ditempa waktu.

Rabu 5 November, Slank menggelar konser premium bertajuk ‘Revolusi Bunga Generasi Wangi. Sebuah konser yang ditujukan untuk mengapresiasi peran wanita dalam kehidupan. Kami berkesempatan untuk ikut nongkrong bersama mereka di Jalan Potlot. Sambil bercerita tentang peran wanita di sekitar Slank. Simak obrolan Editor in Chief @hagihagoromo dan Reporter @HaabibOnta dengan Bimbim, Kaka, Ridho, dan Ivanka berikut ini.. kenapa kalian menggelar konser premium yang ditujukan untuk wanita? Kaka: karena kehadiran wanita selama ini mengukuhkan eksistensi Slank. Sebagian lagu itu juga terinspirasi karena pengalaman bersama wanita-wanita. Bimbim: Sekarang kita tanya Kaka, kenapa lo dulu main band, Ka? Kaka: Ya, buat nyari cewek, hahaha.
lalu lagu apa saja yang akan kalian bawakan nanti
Bimbim: Durasi waktunya itu dua jam, jadi sekitar 20 lagu. Kami nggak cuma akan main lagu, tapi menceritakan sejarah lagunya. Siapa wanita yang dimaksud, momen seperti apa yang dialami, atau kejadiannya di mana. Kami akan bongkar itu semua. ridho dari tadi bengong aja. sejauh apa wanita meracuni kebermusikan lo, dho?
Ridho: Gue main gitar ya biar dapetin cewek. Sama kayak Kaka aja, hahaha. Karena wanita, musik yang gue mainin ada emosinya.
Ivanka: Kalau lagi patah hati, langsung deh mainin blues, hahaha.
revolusi bunga. kalo ngomong revolusi ‘kan acuannya itu perubahan cepat. memang apa yang ingin kalian ubah dari wanita?
Bimbim: Kami memang ingin wanita lebih maju ke depan untuk berperan. Karena kalau ada wanita, bawaannya adem. Kalau laki diskusi, bisa berantem. Tapi kalau ada perempuan di situ, ‘kan nggak. Lihat kemarin sesama anggota DPR/MPR ribut. Padahal UU menyebut 30% anggotanya haruslah perempuan. Tapi kurang dari segitu.
giliran ivanka deh, seberapa besar peran wanita dalam hidup lo, van?
Ivanka: Wah, gede banget, men. Gue bisa kenal dunia ini karena dibimbing ibu gue. Bisa tau cinta dan kasih sayang, ya karena ibu gue. Bisa sarapan atau makan siang ya karena istri gue. Dalam skup kecil aja, kayak keluarga, wanita sudah berperan banget.
kalau buat lo, Ka, apalagi yang ingin kalian persembahkan untuk seorang wanita?
Kaka: Sebetulnya, gue pengin bilang ke semua, betapa penting dan sakti sosok wanita buat hidup lo. Kita percaya banget jika melakukan sesuatu yang jelek kepada seorang perempuan, apapun itu, hidup lo pasti akan susah. Jangan lo remehin wanita karena lo laki. Nggak perlu pakai tangan, dengan kata-kata aja, kita udah bisa menyakiti dia.
Bimbim: Apalagi pas lihat video di YouTube, anak cewek SD dipukulin sama anak laki-laki. Aduh itu banci-banci dari mana? Dari kecil sudah jadi banci. Itu krisis mental dan kita harus merevolusinya.
Kaka, menurut lo, wanita itu sosok seperti apa?

Kaka: Hahaha, kadang susah bisa nebak mereka. Padahal, mereka itu logic banget sebenarnya. ada nggak sih hal yang belum berhasil kalian berikan untuk wanita sekitar kalian?
Ridho: Gue ingin wanita di sekitar gue bahagia dengan berusaha menjaga kata-kata gue. Biar nggak ada yang tersakiti.
Kaka: Sampai sekarang gue masih suka meledak-ledak. Gue ingin mengurangi itu terutama untuk perempuan.
Ivanka: Gue akan mengorbankan apapun untuk mereka selama masih hidup. Buat ibu, istri, anak, juga Bunda. Itu juga bagian dari kebahagian gue.
Nah Bim, ada nggak sesuatu yang selama ini belum terwujud untuk Bunda Iffet?

Bimbim: Ada sih satu hal dari kecil yang dia inginin. Bunda pengin ke Hawaii. Nah, Slank belum nyangkut ke situ, hahaha.

Jumat, 05 Februari 2016

FILOSOFI SLANK

Udah Tahu logonya Slank kan..? Dimana – mana, di seluruh penjuru bumi merah putih pasti akan ketemu dengan logo kelompok rock n roll ini. Tau ngga? Kelompok musik yang mempunyai fans fanatik di atas 10 persen rakyat Indonesia ini mempunyai Logo yang sangat khas. Bagi Slankers logo tersebut telah menjadi atribut wajib pelengkap pernak – pernik busana ala Slank. Pengen tahu Filosofinya Logo Slank? Trus pengen tahu juga arti Generasi Biroe dan Kata PISS yang selalu di teriakkan di setiap konser Slank..?
Kepada wartawan Republika Bowo Leksono Slank bertutur
Apa filosofi logo Slank yang membentuk gambar kupu-kupu ?
Menurut Kaka :
Kupu-kupu itu selalu hinggap di tempat yang indah dan wangi. Kita tidak pernah lihat kupu-kupu hinggap di WC, tapi di tempat yang indah seperti bunga.
Menurut Bimbim:
Kupu-kupu itu kan berasal dari kepompong, berubah jadi ulat dan kemudian menjadi kupu-kupu. Ia akan terbang bebas. Walaupun terbang tinggi, hinggapnya tetap di tempat yang indah. Berbeda dengan lalat yang selalu mencari tempat jorok.
Sejak kapan Slank memakai filosofi kupu-kupu?
Bimbim:
Sudah sejak pertama, yaitu tahun 1989.
Apa arti ‘Generasi Biru’ yang di teriakkan Slank?
Bimbim:
Artinya ya, generasi yang baru. Kami dulu ngomong di tahun 1991, kalau generasi kita nanti, sepuluh tahun mendatang, akan berpikiran luas seluas laut dan langit yang biru. Bebas dan tidak direkayasa.
Lalu apa pula sebenarnya arti kata PISS?
Kaka:
Awalnya tahun 1993. Kami sudah merasakan perdamaian kok semakin dilecehkan. Hak asasi manusia sudah diinjak-injak.
Bimbim:
PISS itu kan sebenarnya artinya kencing. Kalau perdamaian itu peace, biar mudah kita plesetin aja. Tapi filosofinya ya perdamaian itu hanya dikencingin, hanya sebagai simbol.
Info Tambahan : Boedi Soesatio adalah pembuat logo dan sampul kaset Slank
Semoga cuplikan percakapan dengan wartawan Republika ini, akan menambah pengetahuan kita terhadap Slank. Ada yang tahu banyak tentang Slank? Silahkan berbagi disini. PEACE LOVE UNITY RESPECT. Slank Forever….

slank

KISAH PERJALANAN SLANK MENINGGALKAN NARKOBA Keringat bermanik-manik di wajahnya. Tubuhnyamenggigil. Wajahnya yang tirus dan kuyu menyemburatkan rasa sakit yang sangat. Napasnya pun tersengal-sengal. Di puncak rasa sakit yang tak terperikan, anakmuda yang sakaw (ketigahan narkoba), teringat pada Allah. ”Ya, Allah, sembuhkan aku dari rasa sakit ini, bebaskan aku dari jerat narkoba,” hatinya mengerung, memanjatkan doa. Sekonyong-konyong, ia merasa ada kesejukan, mengaliri jiwanya. Kesejukan itu bagaikan air yang merendam rasa sakit pada jasmaninya. Bimbim, demikian anakmuda yang sakaw itu, tak dapat melupakan pengalaman tersebut. Pengalaman itu, tak sekadar membekas di bilik hatinya, tetapi memicunya untuk mendekatkan diri pada-Nya sekaligus lebih menghayati agama Islam. Sepotong doa, baginya di puncak kritis, menjadi obat yang mengeluarkannya dari jerat narkoba. Bimbim, siapa tak mengenal nama itu? Nama itu terpahat di benak para slanker, penggemar grup rock Slank. Bimbim bersama personel Slank, seperti jamaknya bagi sebagaian rocker pada kala itu, memang sempat menjadi budak narkoba. Narkoba bagaikan setan. Awalnya, mengiming-iming kebebasan berekspresi dan kekayaan kreativitas, sehingga mereka menggunakan narkoba untuk eksis di blantika musik Indonesia. ”Dulu dengan menggunakan narkoba memang bisa membantu,” kisah Bimbim. Tak mengherankan, narkoba menjadi gaya hidup, awak Slank. Tak hanya Bimbim, Kaka dan Irfan pun mengonsumsinya.Maka dengan mata celong, kelakukan tak terkontrol, mereka lebih mirip monster di panggung. Ironisnya, penggemarnya mengelu-elukannya. ”Yang ganjil malahan orang luar yang melihat kita. Kita sih ngerasa benar juga,” kenang Bimbim. Namun, narkoba itu laiknya setan. Setelah terjerumus kepada narkoba, Bimbim maupun Kaka belakangan merasa daya ”sihir” narkoba, berkurang. Sebaliknya, mereka merasa fisik dan jiwa kian layu, bahkan, mengutip istilah mereka, ”hampir mati.” Merasakan dampak buruknya, awak Slank pun sepakat untuk keluar dari jebakan narkoba. Semula, mereka mencoba mengurangi dosis, dengan harapan kelak dapat berhenti. Kenyataannya? Hingga lima tahun, mereka tak kunjung berhenti. ”Jadi kalau mau berhenti harus mendadak. Hari ini mau berhenti, ya hari itu juga nggak lagi mau bersentuhan dengan narkoba,” jelas penabuh drum itu. Kaka, sang vokalis, berpendapat demikian. Ia melukiskan, obat dan dokter hanya pembantu, yang utama ialah niat untuk berhenti. Irfan, pemain bass, menambahkan dari semua itu kemauan memohon petunjuk Allah. ”Tanpa berdoa nggak mungkin kita bebas dari narkoba.” Mereka yang tak percaya Allah mustahil keluar dari jerat narkoba. Tanpa bantuan Allah dan dukungan keluarga, para awak Slank itu meyakini, mustahil dapat sembuh. ”Kita nggak lupa berdoa. Ya berdoa untuk karier kita dan supaya lepas dari narkoba. Alhamdulillah akhirnya dijawab oleh Allah dan kita diberi kesempatan sekali lagi,” kisah Bimbim. Di sisi lain, menurut Kaka, peran keluarga terutama Bunda (orangtua Bimbim) menyebabkan mereka sembuh. Bunda begitu sabar dan telaten merawat mereka. Menghadapi awak-awak Slank, Bunda memperlakukan mereka, tak ubahnya bayi. Berkat doa mereka sendiri maupun Bunda sekaligus ketawakkalan orangtua tersebut, mereka sembuh dari narkoba, pada 2000. Kelimanya — Bimbim, Kaka, Ridho, Abdi dan Ifan — kini merasa lebih sehat jasmani maupun rohani dibandingkan dulu. Berhasil keluar dari kungkungan ”setan” tersebut, merupakan pengalaman rohani yang terbesar, bagi awak Slank. ”Kalau dipikir-pikir mustahil kami dapat keluar, tanpa pertolongan Allah.” Berkat pertolongan-Nya – yang jika Cuma menggunakan logika manusia mustahil mereka mendapatkan hidayah-Nya akibat keburukan perilaku – mereka menyadari betapa Allah maha pengasih. Mereka pun semakin berupaya mendekatkan diri kepada agama. Salah satu bentuknya berdoa sebelum konser. ”Ya bayangin aja, kita sering konser di banyak kota hanya dalam waktu tiga bulan. Kasarnya kalau bukan karena pertolongan Allah, kita pasti nggak akan kuat. Alhamdulillah konser berjalan lancar, ” ujar Bimbim. Mengaku telah memulai ritual doa sebelum manggung sejak awal, Kaka mengisahkan, dengan semua awak Slank muslim, justru membuat kompak. ”Doanya bismillah dan baca fatihah,” kisah Kaka. Slank pun lebih dewasa, bahkan, kini berupaya menanamkan kesadaran bagi penggemarnya di sela-sela pertunjukan. Pengalaman berkesan lainnya bagi para rocker ini saat turut memeriahkan Konser Hijriyah yang diselenggarakan Republika pada dua tahun silam. ”Tanpa pikir panjang kami iyakan, ini berkah tersendiri,” kenang Bimbim. Merupakan pengalaman musikal relijius pertama Slank, pada perhelatan keislaman itu, grup rock ini berkolaborasi dengan Hadad Alwi. Apa yang dipetik dari pengalaman musikal relijius itu? mengandaikan konser itu merupakan bentuk lain ibadah Slank, Kaka mengakui ada nuansa berbeda karena sebelumnya tidak pernah menyanyikan lagu religius. Penjiwaan terhadap lagu inilah yang agak sulit dilakukan dalam tempo singkat. Bila untuk tembang pop rock biasanya hanya butuh waktu satu hari, tetapi menjiwai lagu religius baru bisa dua hari. Itupun setelah banyak bertanya kepada Hadad Alwi dan sejumlah orang yang memahami bahasa Arab. Keseharian mereka pun kini kian islami terutama karena semua personelnya pemeluk Islam. Ini menciptakan suasana kondusif bagi Slank. Masing-masing menjadi bisa saling memberitahu dan memberi arah. Kadang salah satu dari kelimanya mengingatkan untuk shalat. Kendati kegiatan rutin keagamaan belum dilaksanakan, namun ada momen-momen tertentu yang mereka gunakan untuk berkumpul bersama. Semisal berbuka puasa, sahur dan takbiran bersama. Bimbim pun kini lebih bening membandingkan masyarakat maju di negara sekuler. Di sana, menurutnya, sebagian penduduknya memang tak percaya Tuhan. Di Indonesia? Kendati hidup modern, masyarakatnya masih mengingat Allah. Bimbim pun berharap, mereka dapat mewujudkan impian di masa datang, yaitu menyelipnya nuansa reliji pada album-album barunya. Namun, Bimbim menegaskan, Islam tak harus identik dengan Arab, begitupun dengan musiknya. ”Bagi Slank, musik Islam dapat dibungkus dengan corak apapun, pop modern misalnya,” ujarnya.

Senin, 01 Februari 2016


Memuat...